Teruntuk sesuatu yang tak tampak maupun tak terlihat. Mau tidak mau, kita harus mau, percaya tak percaya kita harus percaya. Dan untuk setiap apa yang tampak, tugas kita hanyalah berbaik sangka. Karena, masalah apapun yang ada dalam hati, kita semua tak sedikitpun berkuasa untuk menilainya. Itu hanya urusan dia dan Tuhannya. Mari tegas kepada diri sendiri, tegas untuk tidak menuruti kemauan orang lain, apalagi jika ia hanya mengambil waktumu buat ngepuasin keinginannya, ingat kita bukanlah pemuas semua nafsu keingin tahuan untuk orang lain. Look in the mirror, look at you, so pretty, very beautiful, you go, go conquer the world you beautiful thing.
Jika ada yang demikian dari perjalanan hidupmu apa yang akan kamu lakukan ? Apakah boleh jika ada seseorang yang sudah menyatakan perasaannya kepadamu, sedangkan kamu hanya menanggapinya biasa saja ? KENAPA ? Karena kamu tidak yakin akan kejujuran perasaannya kepadamu? IYA! Dia yang kamu curigai bahwa kejujuran perasaannya adalah suatu kegombalan belaka atas perasaannya kepadamu. Dia yang kamu curigai akan berlaku aneh – aneh kepadamu jika kamu memercayai perasaannya. Dia yang kamu curigai bahwa apa yang ia lakukan akan membuatmu tidak nyaman setelah kamu menerima perasaannya. Dia yang kamu curigai bahwa pergaulannya sangat luas hingga apa – apa terkait dengan sikap dan perasaan jujurnya membuatmu tidak yakin bahwa itu adalah pengakuan rasa yang sebenarnya. Dia yang kamu curigai sering tebar pesona kelain wanita selain kamu setelah kamu memercayainya. Dia yang kamu rasa telah menghujani kamu dengan kebahagiaan berharap supaya kamu menerima perasaanny...
Hai, akan aku beri tahu sebuah rahasia. Rahasia kehidupan di dunia ini. Semua yang ada di dunia ini adalah sebuah pemikiran fana kamu. Pemikiran dimana ketika kamu berpikir kebahagiaan maka timbullah kebahagiaan. Ketika kamu berpikir bahwa kehidupan ini cukup maka kamu akan merasa cukup. Ketika kamu berpikir sedih, maka kamu akan sedih. Begitulah kehidupan. Pada intinya kamu hanya di wajibkan syukur. Syukur telah hidup, dihidupi dan menghidupi. Ya minimal kamu mampu menghidupi dirimu sendiri. Hidup untuk bisa makan, minum, bekerja dan hiduplah untuk memberi manfaat kepada orang sekitar. Itu yang di ajarkan oleh Dosen aku. Dosen rasa teman, namun aku tetap menghormatinya seperti Dosen mata ajar. Kalian pasti pahamkan, kalau kehidupan itu hanya masalah pandang memandang. Memandang bahwa o, itu orang enak, o orang itu lebih enak. Tapi kita sering lupa merasakan bahwa sebelum enak orang itu mengalami sebuah ketidak enakan, yang mana orang - orang menyebutnya adalah sebua...
Komentar
Posting Komentar